SHARE

Aksi yang dimulai dari pagi hari Sabtu, (21/4/2018) oleh puluhan mahasiswa calon guru PAI tersebut tidak sia-sia. Bahkan, hingga sore hari mereka sudah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp14 Juta lebih.

Gerakan sigap tersebut direncanakan akan digelar hingga tiga hari sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kebakaran. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Benny Azi Lesmana Tahir, mengakui bahwa, aksi yang digelar bersama rekan-rekan kampusnya tersebut murni panggilan hati, dan ingin membantu dan meringankan beban para korban yang tertimpa musibah.

“Kami sebagai mahasiswa Islam di Kotabaru tentu ingin mengimplementasikan tri dharma perguruan, selain pengabdian kepada masyarakat, juga menggelar aksi sosial seperti ini. Intinya, kami ingin membantu semoga beban mereka ringan setelah ada bantuan dari para dermawan,” ujarnya Sabtu.

Menurutnya, mahasiswa STIT akan menggelar aksi selama tiga hari, dengan mengambil titik keramaian di dalam kota seperti sejumlah lampu merah.

“Sementara kami fokuskan aksinya di tiga lampu merah dalam kota, dan setelah dananya terkumpul semua nanti kami akan menyerahkan langsung kepada korban kebakaran,” tutur Benny.

Sementara, pantauan awak media ini, pihak Pemkab Kotabaru, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, (BPBD) Dinas Sosial, hingga dermawan, dan relawan telah menyalurkan bantuan, dan mendirikan posko untuk para korban.

Diketahui, musibah kebakaran terebut terjadi di kawasan Empat Serangkai, Pelabuhan Pendek, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Utara. (duki)

sumber : http://klikkalsel.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here